☼ Zone Defense ☼
Zone defense berbeda dengan man-to-man defense. Pada man-to-man defense, setiap pemain defensive bertugas menjaga seorang pemain offensive tertentu. Sedangkan pada zone defense, setiap pemain defensive bertanggung jawab untuk menjaga suatu area, atau "zone", dan setiap pemain offensive yang memasuki area tersebut. Pemain defensive pada zone defense berpindah posisinya sesuai dengan posisi pergerakan bola.
Zone defense sering efektif digunakan untuk menghentikan penetrasi dan pergerakan satu lawan satu. Meskipun demikian, setiap pemain harus mengembangkan kemampuannya melakukan man-to-man defense terlebih dahulu.
Tujuan utama dari zone defense adalah:
1. Zone defense memaksa tim offensive untuk melakukan shooting dari jarak jauh.
2. Memberikan tekanan pada area ball-side (untuk memahami isitilah asing lihat artikel ("Terminologi bola basket") dari half-court, dengan tujuan untuk mengganggu shooting dan memberikan pertolongan ketika seorang pemain offensive melakukan penetrasi dengan atau tanpa bola.
3. Mencegah penetrasi sehingga memaksa tim offensive untuk hanya memainkan bola di daerah sekitar perimeter, atau jauh dari ring basket.
Kelebihan zone defense
Tidak semua tim mempunyai pemain defensive yang cepat dan bagus. Atau tim offensive mempunyai beberapa pemain yang luar biasa cepat untuk bisa dijaga secara individual. Memainkan zone defense dapat membantu terjadinya mis-match. Suatu tim yang mempunyai pemain-pemain tinggi, kuat, tetapi tidak terlalu cepat, bisa menakut-nakuti lawan jika menerapkan zone defense karena semua pemain tinggi akan menumpuk di dalam area paint.
Dengan menggunakan zone defense, area paint dapat dilindungi dan memaksa lawan melakukan shooting dari jarak jauh. Misalnya, zone defense 2-1-2 atau 2-3 menempatkan tiga pemain di dalam area paint dan mengundang lawan untuk melakukan shooting dari luar. Defense ini dapat digunakan sebagai cara untuk mengetahui apakah pemain lawan dapat melakukan shooting dari luar. Tidak semua tim dapat melakukan shooting dari luar secara konsisten.
Defense ini dapat melindungi satu atau lebih pemain yang sudah dalam kondisi foul trouble, terutama big man.
Tempo pertandingan dapat diperlambat ketika waktu pertandingan tersisa 2 menit dan tim sedang memimpin 8 sampai 10 poin. Hali ini dikarenakan dengan menggunakan zone defense, tim offensive dipaksa untuk melakukan ekstra passing sebelum melakukan shooting.
Kadang-kadang ketika tim sedang kelelahan, memainkan zone untuk beberapa menit dapat menolong pemain melakukan pemulihan. Meskipun demikian para pemain harus bergerak cepat tanpa memperhatikan jenis defense yang sedang dimainkan.
Dengan melakukan perubahan defense man-to-man ke zone defense yang berbeda-beda dapat membuat tim offensive kehilangan fokus.
Zone defense dapat membuat organisir fast break menjadi lebih efisien.
Kekurangan Zone Defense
Jika suatu tim sedang dalam kondisi tertinggal, dengan memainkan zone defense tidak cukup untuk memberikan tekanan pada pemain offensive, oleh karena itu pemain offensive dapat mengulur-ulur waktu. Untuk situasi seperti ini harus digunakan man-to-man defense.
Jika lawan mempunyai kemampuan shooting bagus,
zone defense akan dapat dikalahkan, dalam hal ini man-to-man defense juga harus diterapkan.
Pada zone defense tidak selalu jelas tugas box-out untuk melakukan rebound dan kadang-kadang pemain offensive dapat menerobos masuk untuk melakukan rebound.
Jika zone defense dilakukan hampir sepanjang pertandingan, dan jarang memainkan man-to-man, para pemain mungkin menjadi lengah dan dapat menurunkan kemampuannya melakukan man-to-man defense.
Petunjuk dasar untuk semua jenis zone defense
1. Paksa bola berada di luar. Lakukan double-team jika bola sedang berada di area paint.
2. Antar pemain harus lebih vokal dan saling berkomunikasi.
2. Antar pemain harus lebih vokal dan saling berkomunikasi.
3. Pergerakan pemain relatif terhadap pergerakan bola.
4. Hands-up, sehingga jalur pasing dapat dihalangi.
5. Ketika terjadi penetrasi oleh pemain offensive, celah-celah yang ada harus segera ditutup.
6. Kenali pemain lawan. Jaga dengan ketat pemain offensive yang mempunyai kemampuan shooting sangat bagus, dan longgarkan penjagaan pada pemain offensive yang tidak pernah melakukan shooting.
7. Lakukan trap pada area corner.
8. Jika sedang memimpin pertandingan, jangan berjudi dengan terlalu sering melakukan trap pada area wing dan point. Berikan tekanan pada pemain offensive yang sedang menguasai bola, lindungi area paint, dan juga paksa lawan melakukan shooting dari luar (shooting dengan persentase masuk rendah)
8. Jika sedang memimpin pertandingan, jangan berjudi dengan terlalu sering melakukan trap pada area wing dan point. Berikan tekanan pada pemain offensive yang sedang menguasai bola, lindungi area paint, dan juga paksa lawan melakukan shooting dari luar (shooting dengan persentase masuk rendah)
Penelitian terhadap area rebound
Berdasarkan penelitian
Gambar 1 menunjukkan sepuluh area rebound yang paling mungkin terjadi ketika suatu shooting jarak menengah meleset.
Persentase kemungkinan bola memantul pada area tertentu, tidak tergantung dari mana shooting dilakukan adalah:
Area nomor 3: 40%
Area nomor 4: 35%
Area nomor 10: 15%
Sisa 10% terbagi untuk area yang lain.
Shooting yang meleset dari area nomor 1: 55% pantulan bola mengarah ke area nomor 4.
Shooting yang meleset dari area nomor 2: 60% pantulan bola mengarah ke area nomor 3.
Shooting yang meleset dari area nomor 5: 66% pantulan bola mengarah ke area nomor 4.
Shooting yang meleset dari area nomor 6: 56% pantulan bola mengarah ke area nomor 3.
Shooting yang meleset dari area nomor 7: 54% pantulan bola mengarah ke area nomor 4.
Shooting yang meleset dari area nomor 8: 52% pantulan bola mengarah ke area nomor 3.
MENJADI SEORANG PLAYMAKER
Apa saja yang harus dimiliki seorang playmaker yang baik??
Well... Kemungkinan sebagian besar orang akan bilang, kalo playmaker yang baik itu harus memiliki, skill ball handling, visi, passing, kemampuan menjaga ritme permainan dan lain lain yang bersifat teknikal.
Tapi saya pribadi selalu menambahkan satu point penting yang harus dimiliki seorang Playmaker sejati yang mungkin gak semua playmaker bisa menguasainya, yaitu :
"kemampuan untuk mengenali kekurangan dan kelebihan teman 1 tim"
Karena gak peduli seberapa keren skill individu kamu sebagai seorang playmaker, tapi kamu ga mengenal team mates kamu sendiri secara mendalam, terutama kekurangan dan kelebihannya. maka kamu ga bisa memaksimalkan kemampuan kamu untuk membawa team kamu meraih point dan juara.
Basic seorang playmaker yang harus selalu diingat adalah :
I'm a playmaker, i'll decide which way to go, and who will scored.
("Aku seorang playmaker, aku yang memutuskan kemana alur serangan dan siapa yang membuat point")
Sebagai ilustrasi maksud diatas gampangnya gini deh. Kamu punya 1 teammates tinggi besar, ga bisa dribbel (biasanya sih iya), under basket mantap, perimeter shoot jelek, apalagi 3 point.. hancur... Nah pada suatu saat kamu dalam pertandingan kamu liat dia dalam posisi under basket bisa menerima passing, ya kamu passing.. walaupun disitu ada option passing ke SG yang siap shooting 3 point, maupun forward siap jumpshoot. karena secara matematis dengan memberi passing ke temen kamu itu, point 2 dah ditangan.. (ini harus diperhitungkan dalam sepersekian detik.. seorang playmaker handal pasti bisa).
"kemampuan berfikir cepat akan langkah yang akan dilakukan dalam memaksimalkan kemampuan teammates dalam meraih point itu sangat penting..
itu yang membedakan good playmaker dan average playmaker.."
Ini dapat membantu kalian menjadi better playmaker..
Menjadi Shooter
Shooting adalah salah satu bentuk offense skill dalam permainan Bola Basket. Tujuan dari pelatihan skill offense terutama skill Shooting adalah meningkatkat akurasi dari setiap shooting yang kita lakukan. sebagian besar pemain basket pasti mengerti bahwa akurasi adalah yang utama, tapi cm sedikit yang sadar bahwa untuk melatih akurasi shooting harus berlatih dengan benar mengikuti tutorial yang tepat. nah.. disinilah aspek aspek yang mempengaruhi shooting skill akan saya bahas.
Dalam tutorial latihan ini sebagian besar latihan bisa dilakukan sendiri, tanpa harus dengan team maupun pelatih. jadi, sebagai pemain kita harus bisa memperbaiki diri sendiri. artinya setiap pemain harus mengerti mekanisme yang benar yang mempengaruhi setiap aspek dari keberhasilan, kegagalan dari setiap shooting yang dilakukannya.
Setiap pemain harus mengerti kemampuan jarak tembak terbaiknya, apakah 3 point shoot, under basket shoot, perimeter shoot, dan lain lain. oleh karena itu sebelum memulai latihan yang sesuai dengan kemampuan dan spesialisasi kita, setiap pemain yang baik harus mencoba dulu semua macam jenis shooting yang bisa dilakukan, yang bisa menjadi modal dalam permainan nantinya.
nah.. bagaimana menilai kemampuan shooting kita? kemampuan shooting secara garis besar dipengaruhi oleh Aspek mental dan Aspek fisik.
Aspek Mental: Faktor mental adalah faktor yang paling penting untuk di kuasai dalam shooting skill. mengetahui kapan harus shooting, dan melakukannya dengan efektif walaupun dalam tekanan akan mampu menjadikan kita shooter yang handal.
Satu hal yang harus di camkan oleh kalian, bahwa sebesar apapun bakat yang kalian miliki, tapi kerja keras dan latihan akan lebih berpengaruh dalam peningkatan skill, refleks dan kekuatan kita. berlatih dan berlatih... itu kuncinya dan tentunya berlatih dengan teman tanding, sehingga kita dapat mengukur kemampuan dan memperbaiki mental bertanding kita.
Disini Aspek Mental dibagi menjadi 2 yaitu:
Konsentrasi : Adalah mampu menjaga fokus dalam permainan, melalui latihan yang serius, shooter yang baik akan meningkatkan kemampuan konsentrasi mereka, dan tentu saja shooter yang baik harus mampu tampil relaks, dan menciptakan suasana relaks walaupun dalam pertandingan yang keras.
Kepercayaan diri (confidence): Tentunya kepercayaan diri berhubungan dengan keberanian, dalam diri setiap shooter harus tercermin rasa percaya diri bahwa setiap shootnya akan masuk. Tanpa kepercayaan diri.. point dari shooting hampir tidak mungkin.
Aspek Fisik: Terkadang dalam permainan Bola Basket, sebaik apapun seorang pemain, namun terkadang ada aja waktu off fire nye.. alias ga masuk2x mulu kalo shooting. Banyak faktor yang memperngaruhi ini, nah selain aspek mental, ada juga aspek fisik yang mempengaruhi.
Berikut adalah faktor fisik yang mempengaruhi setiap skill pemain, khususnya shooting skill.
Secara simple saya ingin berbagi tentang teori BEEF adalah singkatan dari :
Body Balance : Keseimbangan tubuh saat melakukan shooting sangat penting, baik itu 3 point shooting, perimeter shooting maupun under basket shooting. Tanpa keseimbangan tubuh yang baik dan terjaga, shooting yang baik pun tidak akan tercipta. Selalu jaga keseimbangan tubuh, baik pada saat bersiap shooting, pada saay shooting maupun pada saat selesai shooting.posisi kaki dalam melakukan shooting harus tegak lurus mengarah ke ring, posisi kaki yang tidak sesuai akan mengurangi akurasi shooting.
Elbow(siku) : Pada saat melakukan shooting, terutama pada pemain pemula biasanya terjadi kesalahan pada cara memegang dan melempar bola. teori yang benar adalah bahwa bola di tolak bukan dilempar.. let it flow aja.. Posisi siku harus membentuk sudut 90 derajat, lurus terhadap ring, dengan cara memegang yang rileks aja.
Eye : Shooter yang baik mempunyai feeling dan penglihatan yang baik, selalu fokus terhadap target, memiliki ritme yang baik antara melihat, targeting, shooting, pasca shooting.
Follow Through : Gabungan dari posisi kaki yang tepat, body balance yang terjaga, sudut siku yang baik, dan penglihatan yang sempurna. Semua dilakukan dalam ritme yang terjaga... See, jump, release, follow through.




